Tampilkan postingan dengan label bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Ternyata Mimpi Bisa Diatur

Seseorang bisa mengendalikan mimpi yang dialaminya asalkan ia pada kondisi lucid dream. Apa itu Lucid Dream? Lucid Dream adalah kondisi saat seseorang sadar bahwa dia sedang bermimpi.

Dengan lucid dream, kita bisa menjadi kreator dan pemeran utama dari sebuah mimpi yang bersifat infinity. Tidak perlu ilmu khusus atau kekuatan supranatural untuk melakukannya, karena semua ini murni science dan logis.



Lucid Dream sendiri dibagi menjadi beberapa level lucidity, dimana semakin tinggi tingkat lucidity-nya semakin bebas dan leluasa anda dapat melakukan proyeksi untuk pemunculan objek dan sejenisnya.

Dengan kata lain, ketika kita mencapai tingkat lucidity paling tinggi kita menjalani kehidupan di mimpi mungkin hampir 80% persis dengan di kehidupan nyata, entah itu dari saraf-saraf yang terasa aktif bekerja, visual yang baik, indra perasa, pendengar, atau peraba yang mungkin sama seperti keadaan normal ketika kita hidup di dunia nyata.

Sudah barang tentu jika hal ini terus dikembangkan akan menjadi prospek yang baik untuk kepentingan masyarakat kelak, entah itu sebagai terapi, meditasi, atau yang jenis jasa lainnya.



Sejak Berabad-abad
Fenomena lucid dream ini sebenarnya telah banyak disebutkan di masa masa lampau, hanya saja baru beberapa dekade ke belakang ini, komunitas sains mulai mengakui keberadaan fenomena satu ini.

Suku indian, terutama para dukun (shaman) menerapkan suatu bentuk meditasi yang mampu untuk mempertahankan kesadaran meskipun tubuh sudah beristirahat.

kemudian abad ke 5, sebuah surat dari St. Augustine menyebutkan bahwa dia sadar dalam mimpinya. Di abad ke 8 lucid dream kembali terekam oleh para biksu tibet, pada buku berjudul "Tibetan Book of the Dead", para biksu tibet menerapkan suatu bentuk meditasi yoga yang mampu mengajarkan untuk menjaga kesadaran dalam mimpi.

Awal abad 19 seorang ilmuwan bernama Marquis dHervey de Saint-Denys menerbitkan sebuah buku berjudul Dreams and How to Guide Them. Buku tersebut berisi mengenai dokumentasi dari kegiatannya meneliti mimpi selama 20 tahun, dan dibuku ini dijelaskan selangkah demi selangkah perkembangan kemampuannya dalam mengontrol mimpi, termasuk juga dream recall - kondisi mengingat jelas pengalaman saat bermimpi.



Psikolog dan ilmuwan mimpi dari Belanda, Frederick Van Eeden, menjadi orang pertama yang menggunakan istilah Lucid Dream.  Pada tahun 1913 dia menerbitkan jurnal pada komunitas ilmuwan psikolog mengenai lucid dream.

Istilah  Lucid berasal dari bahasa Latin “Lux”, artinya “cahaya” dan “dream” artinya mimpi. Dalam bahasa Indonesia Lucid Dream bisa diartikan sebagai “mimpi yang jelas” atau “mimpi cerah”, atau “mimpi terang”.

Dalam jurnal tersebut dia merekam 352 lucid dream yang dialaminya dari tahun 1898 dan 1912. judul jurnalnya adalah "A Study of Dreams".

Di abad 20 dan 21, nama Dr.Stepehen laberge, seorang dosen di Stanford University yang dikenal mendalami penelitian soal lucid dream. berkat hasil penelitiannya dengan dr. Lynn Nagel, komunitas ilmuwan mulai mengakui lucid dream secara sains.

 Salah satu adegan dalam "Inception"

Untuk memahami apa itu Lucid Dream, nggak usah jauh-jauh. Yang paling mudah, tontonlah "Inception". Dalam film besutan Christoper Nolan itu, tokoh utamanya adalah Leonardo Di Caprio.

Ia dan kelompoknya mampu mengendalikan mimpi. Melalui mimpi yang terhubungkan satu sama lain, mereka mampu mengorek informasi penting dari lawan mereka atau mempengaruhi orang untuk mengambil keputusan penting. Mimpi mereka pun berlapis-lapis. Artinya ada tingkatan kedalaman mimpi atau tingkat keterlelapan - lucidity.

Bagaimana cara mengendalikan mimpi? Akan dibahas selanjutnya...








Sumber:
tipsapaja
indonesianluciddreamers

Selengkapnya

Rabu, 30 Oktober 2013

Cukup Bayar Rp1 000 Pelajar Bisa Ngenet 24 Jam



detail berita
Mencoba IndoSchool (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pascaprogram Wifi gratis di sejumlah taman kota di Jakarta diluncurkan. PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) resmi meluncurkan Indonesia Digital School (IndiSchool) yang memberikan akses internet dengan murah, mudah dan cepat bagi pelajar di penjuru Tanah Air.

“Para pelajar dapat mengakses internet secara gratis dengan batas penggunaan satu jam, hingga berbayar Rp100 ribu per enam bulan,” papar Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin saat meluncurkan IndiSchool di SMA 8 Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Awaluddin juga menjelaskan, untuk menikmati program IndiSchool tiap sekolah akan dipasang lima akses poin. Di mana jaringan tersebut dikoneksikan dengan kabel fiber optic (FO). Untuk membangun infrastruktur di sekolah-sekolah, pihaknya mengeluarkan biaya sekira Rp10 hingga Rp15 juta. “Kami bangun infrastruktur mulai dari modem, kabel-kabel, dan memberikan software secara gratis,” sebutnya. 

Agar dapat mengakses internet dengan kecepatan hingga 1Mbps/SSID ini, pengguna harus memastikan perangkat mereka tersambung ke hotspot InSchool@eifi.id. “Untuk mengakses IndiSchool bisa masuk dengan nomor Telkomsel atau Flexi atau meminta username dan password melalui SMS ke 2323. Tinggal pilih mau yang gratis atau berbayar,” paparnya.

Untuk mengakses internet IndoSchool, pihak sekolah atau pelajar dapat membeli voucher atau dengan pengurangan pulsa dari nomor seluler siswa dengan tarif Rp1.000 per 24 jam, Rp20 ribu per bulan atau Rp100 ribu per enam bulan. 

Target 100 ribu titik hotspot
Perusahaan penyedia telekomunikasi plat merah itu menjelaskan bahwa program IndiSchool tidak berorientasi kepada keuntungan. Telkom memproyeksikan bahwa hingga akhir 2013, pihaknya akan mengoperasikan 100 ribu titik hotspot. 

“Sekira 1.500 titik hotspot di seluruh Jakarta akan dituntaskan Maret 2013. Kemudian 10 ribu titikhotspot akan rampung untuk wilayah Jabodetabek pada semester satu 2013,” katanya. 

Selain memberikan akses internet dengan mudah dan murah, IndiSchool diharapkan dapat mendorong penggunaan konten dan aplikasi pendidikan bagi para pelaku di ekosistem pendidikan. “Kami bekerja sama dengan Microsoft dan Intel bukan hanya memberikan konektivitas mudah, murah, dan cepat. Kami juga memberikan sejumlah software secara gratis yang dapat digunakan untuk menciptakan innovasi pengajaran,” tukasnya. 

http://techno.okezone.com/read/2013/01/10/55/744219/cukup-bayar-rp1-000-pelajar-bisa-ngenet-24-jam
Selengkapnya