Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

Pengenalan Komponen Dasar Elektronika Dari bahan Bekas

Gambar 1: Media Simulasi Komponen Elektronika
  1. Nama alat peraga     :  Simulasi Komponen Elektronika
Fungsi/manfaat        : Mengajarkan macam-macam komponen dasar elektronika beserta simbolnya.   
Kelas                        :  X AV 
                                    Komponen Dasar Elektronika
Kesan                       :  Siswa lebih tertarik dan merasa senang untuk mencoba menjawab soal dari media.
Cara                         : -  Menunjukkan komponen dan simbolnya langsung melalui Media  simulasi komponen elektronika.  
                                   -  Menguji coba siswa dengan melakukan simulasi dengan menutup gambar simbol dan nama dari komponen .
Alat dan bahan         : 1. Karton                                 
                                   2. Pensil warna/spidol
                                   3. Gunting
                                   4. Penggaris
                                   5. Komponen – komponen bekas
UkuranMedia           :  Panjang : 45 cm
                                                 Lebar     : 30 cm

  
Gambar 2: Melakukan Simulasi Komponen Elektronika kepada siswa
dengan menutup nama dan simbol komponen
Gambar 3: Melihat kebenaran pernyataan siswa mengenai
komponen elektronika dengan membuka nama dan simbol komponen

Mengetahui                                                       Tanjungbalai,    Sept 2010
Ka. SMK Negeri 2 Tanjungbalai                          Guru Produktif Audio Video, 


SYAMSUL BAHRI, S. Pd                        YUSRIZAL PANJAITAN, S.Pd
NIP.                                                                              NIP. 19790305 200604 1 004




Selengkapnya

Kamis, 12 Desember 2013

10 Hal Unik Yang Terbuat Dari Emas

Wabah emas kian meraja lela, semakin banyak orang - orang menggunakan emas untuk sesuatu selain perhiasan, sesuatu yang terkadang remeh. Hal ini membuat kegunaan emas semakin tidak terbatas pada hal - hal tertnetu saja, tidak lagi dirupakan barang, namun emas juga bisa dimakan, dibuat facial bahkan ditelan sebagai sebuah pil.

Tas Punggung Emas


Selengkapnya »
Selengkapnya

Rabu, 06 November 2013

Tahun 2030 Muslim Di Inggris Lebih Besar Dari Kuwait

Tahun 2030 Muslim Di Inggris Lebih Besar Dari Kuwait
Sebuah hasil penelitian menunjukan sebuah fenomena keagamaan yang cukup unik di Inggris. Di saat agama Kristen yang menjadi agama resmi di Inggris terancam punah, agama Islam justru tumbuh subur dan terus berkembang dengan pesat disana. Setiap tahunnya ada ribuan orang yang menyatakan diri menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. Diperkirakan pada tahun 2030 umat muslim di Inggris akan lebih besar dari umat muslim yang ada di Kuwait.

Saat ini agama Kristen memang tengah mengalami keterpurukan di Inggris. Menurut Andrew Copson, wakil kepala Asosiasi Masyarakat Inggris, jumlah jemaat yang pergi ke gereja mengalami penurunan yang sangat signifikan di Inggris. Sekitar 95% warga Kristen tidak menghadiri peribadatan di gereja setiap minggunya. Jumlah pemeluk agama Kristen juga mengalami penurunan yang sangat drastis, diperkirakan mencapai 12,4% pada 2012 lalu. Bahkan diperkirakan pada 2018 Kristen bisa menjadi agama minoritas di Inggris.

Sementara itu populasi umat muslim di Inggris terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Seperti dilansir oleh Merdeka.com, dalam 15 tahun terakhir jumlah pemeluk agama Islam telah mengalami peningkatan hingga mencapai 75%. Berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Nasional diketahui bahwa sebagian besarnya umat Islam di Inggris adalah anak-anak muda berusia di bawah 25 tahun. Setiap tahunnya diperkirakan sekitar 5.200 penduduk di Inggris memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Lantas mengapa Islam bisa tumbuh dengan pesat di Inggris? Menurut Dr Muhammad Abdul Bari, salah satu dewan kehormatan Masjid di Ibu Kota London bagian timur, kebanyakan anak muda tertarik mempelajari agama Islam lantaran nilai-nilai baik yang diajarkannya. Selain itu kepastian hukum dalam Islam dinilai juga mampu membuat orang menjadi lebih taat dan lebih memberikan rasa aman.

"Saya pikir pasti ada hubungan antara peningkatan jumlah orang yang masuk Islam dan keunggulan Islam dalam domain publik. Banyak orang tertarik untuk mencari tahu apa itu Islam dan ketika mereka melakukan itu mereka pergi ke arah yang berbeda. Kebanyakan mengangkat bahu mereka dan memilih kembali ke kehidupan mereka tetapi beberapa orang pasti akan berakhir dengan menyukai apa yang mereka temukan dan mereka akan mengkonversi diri dengan masuk Islam." kata Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters.

Lembaga Forum Think Tank Pew mengatakan jumlah muslim Inggris akan terus tumbuh hingga mencapai dua kali lipat pada dua dekade ke depan dan pada tahun 2030 jumlah umat Islam di sana akan lebih besar dari Kuwait.
Selengkapnya

Rabu, 30 Oktober 2013

mekanisme pinjaman KUR dari bank BJB

sumber :  http://komite-kur.com/index.php?pilih=hal&id=18

bjb KUR

DEFINISI

  • bjb KUR adalah Kredit/Pembiayaan yang diberikan UMKMK di bidang usaha yang produktif untuk tujuan Modal Kerja dan/atau Investasi
  • KUR Mikro adalah KUR dengan plafond sampai dengan sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) baik secara langsung (direct) maupun tidak langsung (linkage), dengan suku bunga Kredit sebesar 22% (dua puluh dua persen) efektif per tahun
  • KUR Ritel adalah KUR dengan plafond di atas Rp.20.000.000,– (dua puluh juta rupiah) s/d Rp.500.000.000,– (lima ratus juta rupiah), baik secara langsung (direct) maupun tidak langsung (linkage), dengan suku bunga Kredit sebesar 13% (empat belas persen) efektif per tahun.

SASARAN

UMKMK baik berbentuk perorangan maupun Badan Usaha yang melakukan kegiatan usaha produktif dan layak tetapi belum bankable.

KRITERIA PEMOHON

  • Berusia paling rendah 21 tahun atau sudah menikah yang memiliki kegiatan usaha produktif minimal telah berjalan selama 1 tahun
  • Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi dari perbankan dan atau tidak sedang menerima Kredit Program dari Pemerintah yang dibuktikan dengan hasil Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia pada saat permohonan kredit/pembiayaan diajukan, Kecuali sedang menikmati kredit konsumtif.
  • Dalam hal pemohon masih memiliki baki debet yang tercatat dalam Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia, tetapi yang bersangkutan sudah melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/Roya dengan lampiran cetakan rekening dari Bank Pelaksana/pembiayaan sebelumnya.
  • Tidak masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia dan tidak terindikasi mempunyai kredit bermasalah baik sebagai perorangan, badan usaha atau pengurus.
  • Tidak ada informasi negatif dan tidak sedang terlibat/menghadapi masalah hukum

KELENGKAPAN DOKUMEN

  • PERORANGAN
  • Copy KTP Pemohon dan Istri/Suami bagi yang sudah berkeluarga
  • Copy Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
  • Copy Surat Nikah Pemohon
  • Pas photo Pemohon beserta Istri/Suami (ukuran 3x4, 1 lembar)
  • Copy rekening listrik, telepon, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk bulan terakhir
  • Untuk permohonan kredit s/d Rp 100.000.000,00
    • Copy surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa atau Kelurahan atau dinas yang terkait dengan usaha dan lokasi usaha debitur.
    • Copy ijin usaha formal bagi pemohon yang sudah memilikinya
  • Untuk permohonan kredit diatas Rp 100.000.000,00
    • Copy ijin usaha formal (SIUP) serta ijin usaha lainnya (apabila ada)
    • Copy NPWP
  • Bukti asli kepemilikan agunan dan copy dokumen pendukung kepemilikan agunan.
  • Copy KTP (Istri/Suami), Kartu Keluarga dan Surat Nikah Pemilik agunan.
  • Data laporan keuangan beserta dokumen pendukungnya (apabila ada).
  • Untuk Kredit Investasi :
    • Surat penawaran dalam rangka pembelian mesin / peralatan / kendaraan / barang investasi lainnya
    • Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam rangka pembangunan / renovasi / perluasan tempat usaha.

BADAN USAHA

  • Copy Akta Pendirian berikut perubahan-perubahannya. (khusus untuk Perseroan Terbatas ditambah copy Surat Pengesahan Badan Hukum dari Departemen terkait)
  • Copy Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (apabila terpisah dari Akta Pendirian)
  • Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) / identitas lainnya yang masih berlaku atas nama seluruh pengurus dan/atau pemilik..
  • Copy seluruh ijin atau legalitas usaha yang dimiliki dan masih berlaku
  • Copy hasil Rapat Anggota Tahunan (minimal 2 periode terakhir) serta penetapan Susunan Pengurus yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang. (Khusus bagi Koperasi)
  • Copy Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir (khusus Perseroan Terbatas)
  • Copy pembayaran pajak usaha berikut SPT Tahunan dan rekening listrik, telepon dan air, untuk tempat usaha (minimal bulan terakhir).
  • Rencana Penggunaan Kredit dan Pembayaran Angsuran
  • Laporan Keuangan Tahunan minimal 2 (dua) tahun terakhir dan Laporan Keuangan periode terakhir.
  • Bukti asli kepemilikan agunan dan copy dokumen pendukung kepemilikan agunan.
  • Copy KTP (Istri/Suami), Kartu Keluarga dan Surat Nikah Pemilik agunan apabila jaminannya milik Pengurus/Pemilik.

KETENTUAN

1. Plafond
a. Secara Langsung
  • KUR Mikro : Maks. 20 jt
  • KUR Ritel  : Diatas 20 jt s/d Rp 500 jt
b. Melalui Lembaga Linkage
  • Kepada Lembaga Linkage : Maks. Rp 2 M
  • Lembaga Linkage kepada UMKMK : Maks. Rp 100 jt
2. Jangka Waktu Kredit
  • Kredit Modal Kerja : Maks. 3 (tiga) tahun
  • Kredit Investas : Maks. 5 (lima) tahun
  • Kredit Investasi untuk Tanaman Keras : Maks. 13 (tiga belas) tahun
3. Biaya- biaya
  • Bebas biaya administrasi
  • Biaya provisi sebesar 0,5 % dari plafond kredit
  • Biaya notaril sesuai tarif yang berlaku di Notaris untuk :
    • Pembuatan Perjanjian Kredit
    • Pengikatan Agunan
  • Biaya asuransi agunan sesuai tarif yang berlaku di pihak Asuransi
  • Biaya matera sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Agunan Tambahan
  • Nilai
    • Secara Langsung
      • KUR Mikro : Mak. dibawah 100 %
      • KUR Ritel : Min. 40 % s/d dibawah 100 %
    • Melalui Lembaga Linkage
      • BPR
        • BPR milik Pemda : Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100%
        • BPR non Pemda :
          • Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100% ditambah
          • Agunan fisik minimal sebesar 10%
          • Non BPR :
            • Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal seebsar 100% ditambah
            • Agunan fisik minimal sebesar 50%
  • Jenis
Plafond s/d Rp. 50.000.000,-
No Jenis Bukti Pemilikan
1Tanah / BangunanGirik / Letter C / Akta Tanah
SHM / SHGB / SHGP
2Lapak / Los / Kios / TokoSPTB / HPK / SIPK
SHM / SHGB / SHGP
3Kendaraan Roda 4BPKB
4Cash CollateralDeposito / Tabungan / Ori

Plafond diatas Rp. 50.000.000,- s/d Rp. 100.000.000,-
No Jenis Bukti Pemilikan
1Tanah / BangunanSHM / SHGB / SHGP
2Lapak / Los / Kios / TokoSHM / SHGB / SHGP
3Kendaraan Roda 4BPKB
4Cash CollateralDeposito / Tabungan / Ori

Plafond diatas Rp. 100.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,-
No Jenis Bukti Pemilikan
1Tanah / BangunanSHM / SHGB / SHGP
2Lapak / Los / Kios / TokoSHM / SHGB / SHGP
Selengkapnya

Selasa, 22 Oktober 2013

Berkah dari Budidaya Ikan Sidat

Ikan sidat atau unagi banyak dikonsumsi sebagai makanan mewah di Jepang, Hongkong, dan Korea karena kandungan tinggi protein dan omega-3 yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Namun, benih ikan sidat yang banyak di perairan Indonesia belum banyak dimanfaatkan di negeri sendiri.

Di Indonesia, paling sedikit ada enam jenis ikan sidat (Anguilla sp), yaitu Anguilla marmorata, Anguilla celebensis, Anguilla ancentralis, Anguilla borneensis, Anguilla bicolor bicolor, dan Anguilla bicolor pacifica.

Melihat peluang pasar yang besar, Syaiful Hanif (32) dan sepuluh rekannya yang tergabung dalam Paguyuban Patra Gesit di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai menjajaki usaha budidaya ikan sidat pada akhir tahun 2008.

Teknik pembesaran ikan sidat awalnya dipelajari Syaiful di Balai Layanan Umum Pandu Karawang, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Segmentasi ikan sidat bicolor dipilih dengan benih yang didapat dari hasil tangkapan alam.

Bermodal sedikit pengalaman, paguyuban yang dipimpin Syaiful itu lantas mengajukan kredit lunak pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pertamina Tbk Rp 1,2 miliar untuk jangka waktu 3 tahun.

Kemudian, dana sebesar itu digunakan untuk membeli lahan seluas 2 hektar di Desa Lamaran Tarum, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Selain itu, dana itu untuk membangun 10 petak kolam ikan berukuran masing-masing 20 x 30 meter persegi, pembelian benih ikan sidat, serta persiapan sarana dan prasarana produksi. Di antaranya peralatan diesel mengingat di wilayah itu belum ada jaringan listrik yang memadai.

Setelah lahan disiapkan, Syaiful dan rekan-rekannya mencoba mempraktikkan pembesaran ikan sidat bicolor di lahan mereka. Namun, usaha pembesaran ikan sidat bicolor ternyata tidak mudah. Bicolor yang biasa hidup di arus pertemuan air sungai dan air laut sulit beradaptasi di kolam air tawar.

Negara tujuan ekspor

Ikan sidat adalah jenis karnivora (pemakan ikan) yang memiliki sifat katadromos, yaitu awalnya berkembang biak di laut dan selanjutnya mencari perairan umum (air tawar) untuk membesarkan diri.

Sifat itu membuat ikan sidat sulit beradaptasi dan mengubah pola makan di habitat baru kolam air tawar. Tingkat pertumbuhan ikan bicolor juga tidak merata karena ukuran benih yang ditebar tidak seragam. Usaha mereka pun berada di ambang kehancuran.

Namun, Syaiful tidak menyerah. Ia lantas menekuni riset pembesaran ikan sidat selama hampir setahun. Proses aklimatisasi diterapkan berupa penyesuaian lingkungan, temperatur, serta sortir benih ikan sebelum disimpan di kolam.

Dengan perlakuan khusus, ikan sidat bicolor yang biasanya makan ikan lain itu berubah kebiasaan menjadi rakus makan pelet. Berpijak dari hasil riset tersebut, Syaiful dan teman-temannya melanjutkan usaha. Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung beralih dengan membidik segmentasi ikan sidat marmorata yang permintaan dan harganya di pasar internasional jauh lebih tinggi.

Ikan sidat marmorata terbukti tumbuh subur dengan tingkat hidup (SR) 80 persen. Jika dalam kurun 6 bulan pertumbuhan benih sidat hanya dari ukuran 0,2 gram menjadi 40 gram per ekor, dalam bulan ke-7 sampai ke-10 benih tumbuh pesat dari ukuran 40 gram ke 1 kilogram (kg) per ekor.

Pada panen perdana bulan Januari 2010, paguyuban itu menghasilkan panen sidat sebanyak 500 kg dan seluruhnya diekspor. Ekspor ikan hidup dengan bobot lebih dari 500 gram per ekor, harga jualnya berkisar Rp 120.000-Rp 160.000 per kg. Harganya akan semakin mahal jika bobot ikan lebih dari 1 kg per ekor, yakni Rp 120.000-Rp 180.000 per kg.

Pasar utama ekspor ikan sidat adalah Hongkong, China, dan Taiwan. ”Minat pasar ekspor yang tinggi terhadap ikan sidat membuat hasil produksi selalu terserap pasar, berapa pun jumlahnya,” ungkap Syaiful.

Ia mengakui tidak sulit mencari benih ikan. Beberapa kawasan perairan yang banyak terdapat benih ikan sidat di antaranya di pesisir Sumatera bagian barat, Sulawesi, dan pantai selatan Jawa yang berbatasan dengan laut dalam. Harga benih sidat marmorata Rp 120.000 per kg dengan ukuran benih 25 gram per ekor.

Sayangnya, seiring maraknya permintaan di pasar internasional, penyelundupan benih ikan sidat ke negara lain terus terjadi, di antaranya ke Jepang.

Penyelundupan di beberapa tempat itu mendongkrak harga benih marmorata hingga mencapai Rp 2,5 juta per kg.

Syaiful mengaku khawatir, dengan teknologi budidaya sidat di Tanah Air yang belum berkembang luas, bukan tidak mungkin masyarakat Jepang kelak akan mencuri start dalam pembudidayaan ikan sidat secara luas.

”Indonesia adalah negeri produsen benih ikan yang besar dan kaya. Tetapi, jika potensi itu tidak dimanfaatkan optimal, bisa dipastikan rakyat Indonesia sulit memperoleh nilai tambah dari perikanan,” ujar pria yang sebelumnya menekuni bisnis penjualan pulsa itu.

Salah satu ambisinya dalam waktu dekat adalah memperluas pemasaran ikan sidat ke pasar-pasar dalam negeri. ”Kalau pasar ekspor dengan mudah bisa ditembus, kenapa pasar dalam negeri justru tidak melihat potensi ini,” papar Syaiful.

Ia menargetkan produksi ikan sidat pada panen kedua bulan Juli 2010 bisa mencapai 1 ton. Ia pun berencana memberdayakan masyarakat sekitar dengan menularkan teknik pembesaran ikan sidat ke warga Indramayu.

Caranya, melepas benih ikan sidat berukuran 100 gram kepada warga untuk dibesarkan sampai ukuran 500 gram, kemudian ditampung kembali untuk dipasarkan.

Pria lulusan politeknik Jurusan Mesin ITB angkatan 1996 ini berharap pemerintah memiliki regulasi yang tegas untuk mengembangkan benih ikan sidat, memperluas teknologi budidaya lewat pemberdayaan masyarakat, serta menekan penyelundupan benih yang merugikan perikanan budidaya. (Kompas)

Sumber : http://agrobost.co.id/
Selengkapnya